Liburan Mumer, Fun Park Water Boom




Hari libur gak pulang kampung dan akhirnya meluncur deh ke salah satu wahana air pagi ini.
Buat kamu yang tinggal di Area Cibitung maupun Cikarang, bisa di cobain nih refrensi liburan murah meriah.

Cukup dengan kocek Rp. 25.000 kamu Sudah bisa Main air dan ada hiburan juga kebetulan hari ini.



Dan wahana ini lokasinya tepat di area Perumahan Regensi 1 Cibitung.






Dengan kocek yang murah Meriah kamu bisa tertawa lepas bersama keluarga.



Karena jalan-jalan gak melulu soal seberapa nominal yang di keluarkan. Tapi terlebih bagaimana menikmati sebuah kebersamaan.
Yapz, bareng keluarga.





Seseruan bareng keluarga juga perlu, yuk tingkatkan keharmonisan dalam bersosial bersama keluarga dengan sering saling bersilatuhrami.

Liburan Mumer (murah meriah) tetap seru kok dengan saling Ceria.

Cibitung, 24 Desember 2017
Tumiesn




    Pesonamu, kota sejuta bunga




    Awanmu biru, cerah bak permadani taman surga.
    Semilir anginmu membasahi perasaan yang sulit dijelaskan kata-kata.
    Tentangmu, jejak kaki yang menyentuh bumimu penuh terima kasih.






    Malioboro dan perjuangan




    Alam Wawai Lampung, pesona warna hijaunya yang buat baper


    "Hijau!"
    Hijau adalah warna kedamaian, kesejukan dan ketenangan.
    Ketenangan seperti saat melihat kamu. #eaaa




    Bandar Lampung, sebuah kota yang terletak dipulau Sumatera-Indonesia ini yang berciri khas akan Sigernya (Mahkota) yang kaya akan objek wisata pantainya juga memiliki objek yang tak kalah eksotis dan aduhai,
    yang hijau-hijau, alami, dan sedap dipandang. Yakni perbukitannya.




    Kota yang manis dengan ciri khasnya Siger (Mahkota) ini memang selalu dirindu dan sebagai kebanggaan.
    Dan jangan heran, jika kamu pergi Kelampung disetiap toko atau bangunan dipinggir Jalan Raya, kamu akan melihat Siger sebagai simbol bahwa kamu ada di kota Bandar Lampung.




    Untuk perjalanan 8 Juli 2016 saat pulang ke Lampung, saya menyempatkan diri pergi kebeberapa tempat objek wisata. Salah satunya yakni objek wisata Alam Wawai Lampung, pesona warna hijaunya itu loh yang selalu buat baper. Terlebih saya yang seorang penyuka hijau, mungkin karena saya terlahir dipedesaan yang asri dikelilingi pepohonan kali ya hehehehe.




    Taman wisata Alam Wawai berasa di Jln. Raden Imba Kusuma Ratu, Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, BANDAR LAMPUNG.

    Nah.. untuk Posisi lokasinya, tepatnya di Tugu Duren (dekat Lembah Hijau) Jika kita masuk dr jalan tamin, mau menuju lembah hijau kita bertemu bunderan tugu duren arah ke kira jalan ada tanjakan, nah masuk aja ke jalan itu, sampek lewatin Makam yang ada di kanan jalan,terus sampek ketemu tikungan liat kiri ada jalan masuk deket rumah warga liat aja ada petunjuk masuk alam wawai.
    Dan dikarenakan jalananya cukup tinggi, maka harus hati-hati ya gaes... hehehe.
    "Namanya juga kearah perbukitan." hihihi

    Jika kamu pergi ke Alam Wawai, maka mata mu akan dimanjakan oleh pemandangan yang wow.
    diantaranya :
    1. Daun-daun warna hijau hehehe
    2. Pemandangan laut Teluk Lampung
    3. Pemandangan perkotaan B. Lampung dari puncak
    4. Penasaran? datang saja hehehehe.
    5. Tiket hanya Rp.20.000,-/orang *Tiket sudah termasuk free minum."








    Oh, iya sebagai masyarakat yang perduli akan lingkungan maka budayakan selalu membuang sampah pada tempatnya ya.























    Sudah liatkan beberapa gambarnya gaes??
    Untuk lebih jelasnya datang saja Ke Lampung.
    Jika kamu seorang penjelajah (hobi jalan-jalan) tempat ini cocok buat kamu yang suka ketenangan.
    Kalau kamu belum tenang di desa ku juga tak kalah tenang dan hijau.
    Jangan lupa bawa ayah ibu mu ya... #eaaa -_-


    Cikarang, 15-7-2016

    Tumiesn
    coretan pena perjalanan liburan di bulan Juli ini.





    Kulanjutkan cintaku pendakian ke-2 "Gunung Batu"





    Mendaki itu seperti sedang membelah awan langit biru.
    Untuk mencapai puncak gunung ada proses perjalanan yang harus dilewati dan cukup dinikmati.



    6 April adalah tanggal dimana warna kalender Indonesia berwarna merah dan itu adalah waktu yang tepat dijadikan moment bagi setiap orang untuk berlibur. Dan setiap orang mempunyai caranya tersendiri untuk menikmati waktu luang tersebut. Waktu yang special dari hari biasanya dimana disibukan dengan pekerjaan dan sebaginya.



    Saya memutuskan untuk mencuci mata dengan cara melihat keajaiban ciptaan Tuhan lewat pemandangan alam dengan cara haiking ke gunung Batu tepatnya di Jonggol jawa barat bersama adik tercinta yakni si Ragiel.

    Meski hanya berdua kami tetaplah jalan. Kalau bahasa kekiniannya yakni "yang penting otw lah biar kaya orang-orang!" Padahal sudah jelas-jelas sejak tercipta saya sudah jadi orang .

    Perjalanan ditempuh dari Cikarang - Jonggol hampir tiga jaman. Maklum saya bawa motor hanya sekitar 40 s/d 60 km/jam itu juga belum ditambah istirahat hehehe karena mama selalu berpesan, "bawa motor jangan ngebut-ngebut ya nak!"




    Sekitar jam 12:40 wib saya dan adik saya memulai pendakian dari pos 2.
    Baru beberapa langkah mendaki si Ragiel sudah mulai mengeluh, wajar ini adalah awal mula dia mau mendaki hehehehe "dia baru ketularan virus naik gunung efek terinspirasi dari foto teman saya yang suka naik gunung."
    Karena mendaki bukanlah untuk egois-egoisan ataupun siapa duluan yang jalan dia yang menang duluan sampai puncak, tetapi mendaki adalah bentuk kekompakan bersama team. Pergi bersama dan pulang bersama. Dan ku biarkan dia sesering mungkin beristirahat mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga. Dan beberapa kali pula ku semangati dengan memamerinya bahwa "akan ada sebuah keindahan diatas sana." Seperti halnya saat pendakian pertama saya ke gunung papandayan bersama team 10 agustus 2015 kemarin.



    Serunya dalam perjalanan itu adalah Allah pertemukan dengan teman-teman baru yakni Indri dan kawan-kawan dari Bekasi juga dan akhirnya kami mendaki ber-6. Tak jarang saling sapa menyapa dengan para pendaki yang lain, karena memang para pendaki itu solidaritasnya tinggi.
    Tak salah jika pasanganmu suka mendaki itu adalah pasangan idaman. Kepada orang lain saja solidaritasnya tinggi apalagi sama kamu! Hihihi




    Dan mendaki itu adalah ketahanan fisik dan kesabaran hati. Seperti sabarnya menanti kakak jodoh #eaa



    Dari setiap jengkal perjalanan kita akan menemukan sesuatu yang belum kita pernah dapatkan dan rasakan. Semilir angin alam bebas itu sosweet banget dan subhannallah deh atas semua nikmat Allah yang luar biasa.
    Pendakian kali ini memang tak setinggi pendakian sebelumnya. Dan kali ini hanya haiking tidak ngecamp.
    Namun, karena namanya gunung batu ya jalanannya cukup curam dengan pemandangan batu besar yang harus dilewati




    Cukup nguji nyali karena harus pengan tali tambag hehehehe.
    Spiderman aja bisa lompat sana sini pakai jaringnya dari kekuatannya masa saya kalah hanya pakai tambang yang sudah disediakan.




    Dari pos 2 sampai ke puncak gunung kami membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Dan akhirnya atas izin Allah kami sampai di puncak.
    Dan semua rasa lelah selama pendakian terhapus sudah. Yang ada hanyalah rasa syukur dan kagum atas ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Benar-benar mengagumkan.




    Jika ada yang bertanya mengapa seseorang senang mendaki! Apa yang di cari?
    Pergilah mendaki sendiri ditemani langkah kaki dan mata akan menjadi saksi apa yang akan di dapatkan diatas gunung sana.




    Gunung batu 875 mdpl akhirnya dapat ditaklukan. Dan lumayan untuk olahraga diwaktu luang. Dan bagi si Ragiel yang pemula ini dia begitu girang atas perjalanannya.




    Trip yang sederhana namun berkesan dan itu lebih dari sekedar kata indah.
    Selagi muda, selagi kaki masih bisa menopang beban dan mata yang ingin sekali di cuci oleh panorama indah akan karya Tuhan tidak salahnya kita mendaki ketinggian gunung.
    Karena dari setiap perjalanan adalah pelajaran dan dari pendakian kita akan belajar banyak hal tentang perjalanan tersebut.





    Cikarang, 7 Mei 2016
    Di sepertiga malam.

    Tumiesn





    Pantai Mutun Bandar Lampung


    Hai.. hai sahabat Tumiesn...
    Kali ini saya akan berbagai tentang pengalaman saya berkunjung ke salah satu objek wisata di Bandar Lampung, yakni Pantai Mutun.



    Bandar Lampung yang terletak di pulau sumatera ini memang kaya akan wisatanya loh!
    Yakni, Pantainya.
    Bandar lampung yang juga terkenal dengan khasnya yakni kopi lampung dan Gajah lampung ini,
    di sana terdapat banyak sekali objek wisata pantainya.




    20 Juli 2015, kebetulan saat saya pulang ke Bandar Lampung. Di sela-sela liburan saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Salah satu objek Wisata di Bandar Lampung yakni Pantai Mutun.
    Pantainya keren loh!
    Bersih dan yang pasti disana keren lah hehehehe.



    Selain pantainya yang keren dan bersih, pasirnya juga putih loh.
    Dan bebatuan karangnya juga tidak kalah keren.
    Saya dan teman-teman saya berkunjung kesana dengan mengendarai sepeda motor.
    Karena kebetulan jarak rumah kami dengan pantai tidak terlalu jauh.
    Jika jalanan tidak macet,
    kurang lebih satu jam perjalanan kami tiba di pantai.



    Selama perjalanan menuju pantai yang berlokasinya di daerah Teluk Betung ini,
    sepanjang perjalanan kami disajikan dan disapa oleh pepohonan yang tersusun rapi nan elok.
    Dan disana juga terdapat banyak pantai-pantai lain selain pantai mutun.



    Karena Bandar Lampung memang kaya akan pantainya yang jernih dan mempesona.
    Dan disana juga terdapat permaianannya seperti pantai-pantai pada umumnya.



    Deburan ombak dan hembusan angin laut membuat saya betah jika pergi kepantai.
    Anginnya yang tenang, air lautnya yang jernih, pesonanya yang buat nyaman ketika pandangan mata saya menatap lekat pulau-pulau yang ada di tengah-tengah laut.
    Keren kan ^_^.



    Hmmm,
    Mata saya juga tak kalah terkejut ketika saya menatap beberapa burung yang terbang diatas lautan mencari makan dan menambah eksotis pemandangan.



    Burung-burung itu menari-nari diatas lautan beriringan dengan hembusan angin laut yang aduhai.
    Pesona alam Indonesia itu memang keren ya.
    Dari sabang sampai Marauke berjajar pulau-pulau hehehe.

    Untuk lebih jelasnya tentang pantai mutun dan pantai-pantai di Bandar Lampung,
    silahkan berkunjung ya ke Bandar Lampung.
    Di Jamin tidak nyesel ^_^.

    Perjalanan ku dan teman-teman di bandar Lampung 20 Juli 2015.

    Tumiesn











    Tag :Indonesia




    Pesonanya buat ku Jatuh cinta








    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Masih teringat tentang hari kemarin
    Sebuah langkah demi langkah menggapai titik tujuan
    Masih teringat tentang kemarin
    Bagaimana kita melangkah bersama
    Perjalanan demi perjalanan kita tempuh
    Debu yang tebal, dinginnya cuaca, gersangnya bebatuan yang tandus
    Tapi, sungguh itu semua mampu kita lewati
    Tahukah kamu?
    Rasanya aku ingin memeluk alam ketika kaki ku berpijak diatas gunung
    Yang sedari dulu aku bertanya-tanya ada apa diatas gunung?
    Tahukah kamu?
    Betapa aku ingin mengkecup Matahari dengan sinarnya ia menari-nari
    Menemani langkah para pencinta alam

    Aku Jatuh cinta...
    Perjalanan kemarin benar-benar membuat ku jatuh cinta
    Jatuh cinta pada pesona alam yang begitu mengenang di kalbu
    Aku ingin melanjutkan cinta ku ini
    Semoga lain waktu ada kesempatanku untuk mendaki tingginya gunung
    Yang pesonanya buat ku jatuh cinta...

    Perjalanan Gunung Papandayan,Garut 16 & 17 Agustus 2015


    Hi...
    Ini tentang perjalanan ku bersama team 10.
    Perjalanan pertama dan pengalaman pertama naik gunung.
    Hi.. keren banget jujur, serius.

    Dimulai dari perjalanan kami pada pertengahan malam 16 Agustus 2015.
    Kita menggunakan kendaraan yang unik. Dan bahkan itu adalah kendaraan yang pertama kali saya naiki selama hidup untuk perjalanan yang memakan waktu sekitar 4 jam.




    Yups, kami naik truck sayur dari cibitung menuju Garut.
    Gak kebayangkan gimana rasanya melawan AC alami tengah malam hehehee..
    Tapi serius ini seru dan benar-benar so sweet dan pengalaman yang sangat luar biasa.
    Di pertengahan jalan melawan angin yang dingin banget rasanya itu Subhanallah.

    Sesampainya di Garut menuju ke Pos papandayan,
    Kami juga harus naik mobil terbuka juga.



    Tetapi, karena pagi mulai menyapa dan hembusan angin pagi menyambut kami begitu hangat.
    Naik mobil seperti ini bukanlah hal yang gengsi atau aneh. tapi seru!

    Perjalananpun dilanjut, kaki-kaki kami mulai mendaki dengan kompak.
    Melewati kawah, melewati terjalnya bebatuan. Debu-debu yang berterbangan dan rasa lelah yang menghujam jantung





    Tetapi semua itu tak menyurutkan niat kami untuk terus melanjutkan perjalanan.
    Saat kedua bola mata ini memandang sekeliling setiap langkah perjalanan.
    Hmmm... saya tidak dapat berbicara banyak,
    Rasa syukur dan bahagia selalu terucap dalam hati.
    Terjalnya jalanan berusaha saya katakan itu pasti akan terlewati.

    Tidur di tenda untuk pertama kali semalaman, bukanlah hal yang mudah.
    Rasa dingin yang menusuk sum-sum tulang begitu kuat.
    Kedinginan, iya memang kedinginan.




    Tetapi, semalaman saya tidur di tenda dengan merasakan dingin yang begitu menyengat mengajarkan saya bahwa saat kita melihat banyak orang yang kurang beruntung yang tidak memiliki tempat tinggal. dan mereka harus tidur di sembarang tempat seperti yang dapat kita saksikan di pinggiran kota, Maaf seperti mereka-mereka yang harus berteduh dan melelapkan mata mereka didepan toko-toko. Sudah jelas, mereka selalu merasakan dinginnya angin malam yang terkadang tak bersahabat.


    Perjalanan mendaki ke atas gunung ya meskipun tak sampai puncak sekali,
    Kami lakukan 2 kali.
    Yakni saat sore untuk melihat matahari terbenam, dan saat petang untuk melihat matahari terbit.

    Rasa lelah pendakiaan lenyap ketika kaki sampai diatas gunung yang keren banget.
    Disambut oleh hamparan bunga edelweis (bunga keabadian)




    Saat malam matahari terbenam dan berganti langit gelap.
    Tetapi, ternyata langit tak selamanya gelap saat malam.
    Karena, saat malam ternyata ribuan bintang begitu mempesona dan subhanallah itu untuk pertama kalinya saya melihat bintang yang begitu banyak tanpa ada satupun yang tertutup awan.
    Bintang-bintang itu pun tak dapat saya hitung.
    Dan yang pasti keren banget.



    Dan selalu ada pertanyaan, mengapa banyak orang yang suka mendaki gunung?
    Jawaban atas pertanyaan itu dapat terjawab ketika kita mendaki gunung dan disana akan mendapatkan jawabannya.
    Ya... Perasaan kagum atas karya Tuhan yang begitu mempesona ciptaan-Nya.
    Saat pendakian terlihat begitu jelas, kekompakan, saling menjaga.
    karena Kami memiliki tujuan yang sama.
    Kami berangkat bersama untu mendaki,
    maka kami harus pulang bersama tanpa satupun yang tertinggal.





    Disana pun begitu nampak dan jelas, para pendaki saling menjaga.
    Saling menyapa ramah, memberikan sinar center saat ada pendaki lain yang kegelapan,
    Saling memberikan dan menunjukan jalan saat ada yang kehilangan arah.
    Dan saling bahu membahu satu sama lain.
    Menjaga alam dan tak merusaknya,
    Mengabadikan moment dalam sebuah bingkai-bingkai foto.



    Aku tidak pernah menyesal,
    Bahkan naluri ku ingin sekali mendaki.
    Kebersamaan, perjalanan dan perjuangan menjadi catatan tersendiri.
    Kami berhasil melangkah bersama.
    Berada diatas awan adalah kebahagiaan yang luar biasa.



    Terimakasih untuk pengalaman pendakian gunung buat team 10.
    Arigatou Gozaimasu... Anto san, Zainur san, Soleh san, Putra san, bang Bakso, Apri, Monic senpai, Nurul Senpai, Lusi chan dan tumiesn saya sendiri hehehe
    Tak lupa atas izin Allah SWT. yang telah mengizinkan saya dan pencinta alam yang lain untuk melakukan pendakian dan menikmati begitu besar dan indah atas ciptaan-Nya.



    Pesonanya buat ku jatuh cinta.


    Tumiesn.



    Tag :Perjalanan




    Belajar tentang kehidupan dari sebuah perjalanan





    Aku pernah terjatuh-jatuh saat mendaki
    Aku hampir menangis melawan rasa dingin yang menusuk sum-sum tulang
    Jalan yang curam, tandus, berdebu harus dilewati,
    Hingga suatu saat dimana salah satu diantara kami berhenti sesaat karena kelelahan.

    Tetapi, aku tidak pernah menyesal sedikitpun untuk perjalananku
    mendaki gunung beberapa bulan yang lalu.
    Aku justru sangat bersyukur dan beruntung.
    Aku bahagia dan benar-benar bahagia.

    Bukan hanya sekedar bingkai demi bingkai gambar yang kudapatkan.
    Tetapi mengenai perjuangan atas pendakian tersebut.
    Banyak pelajaran yang kudapatkan disana
    Tentang arti kehidupan.

    Ibaratkanlah saat kaki mendaki menerjang jalanan yang curam, tandus dan berdebu
    itu ibaratkan kehidupan kita di dunia ini.
    karena perjalanan hidup ini tidak selalu mulus, tenang-tenang saja.
    Tetapi, ada sesuatu hal yang harus mengajari kita tentang banyak hal!
    Yakni tentang perjuangan perjalanan hidup.

    Saat aku harus tidur di tenda yang cukup untuk 4 orang,
    beralaskan tikar, tanpa bantal kesayangan, tanpa selimut,
    dan malam hari cuaca yang begitu dingin sekali
    hingga aku berharap ingin matahari cepat menampakan diri.
    Perlahan saat itu aku mencoba pejamkan mata,
    menerjemahkan atas dinginnya malam itu dipuncak gunung tidur tanpa kasur yang empuk.
    Perlahan aku menyadari arti kehidupan ini.
    Rasa syukur yang terkadang sering kita lupakan.
    Tentang bagaimana kita lebih beruntung dari orang-orang diluar sana yang tidurnya selalu beralaskan tikar setiap malamnya.
    Maafkan aku,....

    Saat kaki melangkah yang tak seperti biasanya.
    Saat beban dipundak yang berat di panggul.
    Semua itu menyadarkan ku akan langkah kaki kita yang terlalu tergesa-gesa untuk sampai ketempat tujuan
    tanpa melihat dan belajar dari arti sebuah proses perjalanan.
    Saat beban dipundak begitu berat, semua itu menyadarkan jika kita mempunyai beban kehidupan yang harus dipanggul, bukan mengeluh yang kita eluhkan. Tetapi hadapi dan banyak bersyukur atas semua itu, karena beban yang kita jalani dihidup ini adalah hadiah dan pembelajaran.
    Tidak ada manusia yang hidupnya tanpa beban. Karena itu adalah catatan perjalanan.

    Pendakian dan dinginnya malam, bukan alasan membuat kaki berhenti ditengah perjalanan.
    Betapa indahnya alam. Saat malam tiba, ribuan bintang hadir hiasi langit hitam temani dan hadiahi para pencinta alam. Keren bukan sekedar keren, tetapi benar-benar keren.
    Itu adalah ribuan bintang tanpa spasi yang pernah saya lihat dalam hidup.
    Saat kita berhasil mendaki dan menginjakan kaki dipuncak ketinggian gunung.
    Melihat matahari terbenam, melihat matahari terbit dengan malu-malunya dan berdiri diatas awan.
    Sebuah kebahagiaan yang akan tetap dikenang.
    Rasa lelah hanya jadi catatan perjalanan. Karena hadiah telah didapatkan.
    Begitupun hidup kita,
    Jika kita mampu bersabar melewati kehidupan ini dan berusaha untuk lebih baik dan lebih baik lagi
    maka kesuksesan dan kebahagiaanpun akan menyapa.
    Bukan hanya sekedar menyapa.
    Tetapi merangkul kita dengan lembut dan hangat.

    Tumiesn
    "Berbagi pengalaman pendakian pertama digunung Papandayan, Garut-Jawa Barat
    16 & 17 Agustus 2015.

    Tag :perjalanan