Kebetulan Dan Rejeki, Betemu Bung Smas Penulis tahun 70-an






Bagaimana rasanya ketika suatu hari engkau tak sengaja bertemu dengan seseorang yang menerutmu luar biasa?
Jika kau gemar bernyanyi, bertemu dengan penyanyi senior di era terlebih dahulu?
Begitu pula ketika saya dipertemukan dengan seorang penulis tahun 70-an, secara tidak sengaja.

Baca terus jika ingin tahu kisahnya, tetapi bila enggan, segera keluar dari link cerita sejarah ini.
Semoga saja, dari kisah ini kita bisa memaknai serunya akan nikmat Allah yang tak terduga.

face167face167face167



16 Mei 2018, jam setengah enam sore saya dan Jeng Aya Rekan kerja keluar kantor.
Pulang kerja tidak langsung ke kostan masing-masing, tetapi secara kebetulan Aya ngajak ke rumah Om nya di Bekasi Timur untuk mengambil CD printer yang memang saya perlukan.

"Ambil CD printernya buat instal nanti, tapi ke Bekasi Timur ya mbak tempat Om (Om iparnya, dimana suami almarhum dari Bibinya)
Saya pun sore kemarin ngajak Jeng Aya ke Bekasi, karena saya sedang sangat membutuhkan printer warisan setelah Tugas Akhirnya untuk Skripsi saya hahaha.

Cikarang ke Bekasi Timur butuh waktu satu jaman, selain jalan macet saya pun memang bawa motor sekarang pelan tapi tak seperti keong kok hehe.

Setengah tujuh malam, sampailah kami dirumah berpagar hitam. Masuk ke pekarangan rumahnya saya takjub, dengan mata yang remang-remang karena sepertinya mata minus ini nambah sekaligus kondisi malam, rumah yang berwarnakan putih serta banyanya pas-pas bunga yang menggantung dengan lebih banyaknya dedaunan hijau. Tanamanan yang tumbuh serta tersusun rapi menjadi rasa takjub melihatnya.

Pas sampai, Om nya lagi makan seorang diri. Karena menurut cerita Aya, beliau saat ini memang hanya tinggal berdua dengan sang adik (penulis juga, yang menulis bukunya pak SBY).

Setelah si Om selesai makan. Saya yang duduk diruang tamu menunggu jeng Aya shalat, sebuah pertanyaan pertama terlontar dari seorang yang usianya 67 tahun.

"Teman kantornya Aya nak?"
"Iya Pak, Betul."
"Asal mana?"
"Lampung Pak. Tapi, keturunan jawa. Kebumen."
"Ooh, Kebumen? berarti Lampung palsu ya. hahaha."
Saya pun tertawa.
Seperti biasa, kalau saya di ajak ngobrol, panjang deh. Ada timbal balik tanya jawab.
Dan si Om yang belum saya kenal namanya, malah bercerita tentang sepinya sudah setahun ini ditinggal sang istri meninggal, tak ada yang memasak dan sebagainya.
Hingga suatu pertanyaan saya terucap, "Dulu bapak profesinya apa?"
Sebuah pertanyaan yang terlontar ketika saya merasa sudah akrab berbicara dengan orang baru.

"Penulis."

Saya tercengang, dan otak saya langsung bekerja teringat skripsi hahaha.
Untuk Skripsi saya, masih rahasia judul mah ahahaha....

"Jadi, bapak penulis tahun....?" gak enak bilang jaman dahulu.

Beliau tersenyum.

"Karya bapak sudah banyak? dulu nulis jenis buku apa saja pak? boleh gak saya wawancarai. Duh saya senang sekali, kebetulan saya penulis pemula pak." dan rentetan pertanyaan saya keluar.

Mulailah beliau cerita.
Dengan penuh kehangatan seperti kakek ke cucunya, bapak ini bercerita mulai dari silsilahnya, siapa beliau, dari mana asalhnya, cerita lahirnya hingga akhirnya dua jam kami ngobrol.

Nama Aslinya Pak Slamet Mashuri. Nama pena (nama samaran dalam menulis ada beberapa), untuk kebutuhan dalam mengimbangi produktifitas. Tapi lebih terkenalnya, Bung Smas.. Beliau lahir pada tahun 1951 di Pelosok Tegal, menamatkan SMOA (Sekolah Menengah Olah Raga Atas) Negri Pekalongan sebagi lulusan terbaik tahun 1969. Tahun berikutnya menjadi seorang guru olah raga di daerah Mataram, Jakarta.

Aktifitas menulisnya sejak SMP di koran daerah sekitar tahun 1963-an. Kecintaannya menulis turunan dari sang Ayah yang memang suka bersyair dan Kakeknya juga seorang penerjemah Al-Qur'an.
Beliau menulis secara profesional pada tahun 1970. Telah menghasilkan 300 Novel lebih, yang terdiri dari Novel remaja, dewasa dan kebanyakan anak-anak baik berupa serial maupun non serial. Diterbitkan oleh penerbit-penerbit Gramedia, Gunung Agung, Rosda Jaya, Cypress dan masih banyak lagi penerbit di Indonesia. Novel-novel serial diantaranya, serial pulung, Noni, Keluarga sirkus, Trio Tifa, Qipty, Siasat.

Sejak tahun 1973 sampai 2006, banyak buku Bung Smas dipesan oleh Depdikdup/Depdiknas untuk bacaan sekolah SD, SMP dan SLA. Beliau menggunakan beberapa samaran untuk mengimbangi produktifitasnya. Pernah menjadi redaktur beberapa koran mingguan dan majalah baik secara bergantian maupun rangkap. Juga menulis novel dan cerpen untuk beberapa koran mingguan maupun majalah diantaranya, Majalah Hai, Bobo, Kucica, Kawanku, Siswa dan lainnya.

Gadis penakluk adalah film yang diangakat dari novel pemenang sayembara karaya Bung Smas. Film ini mendapatkan 7 Piala Citra dan dan sebuah medali emas dari lembaga Psykholgi Indonesia. Disinetronkan
26 episode dengan judul yang sama oleh Rapi Film

Beliau juga menulis cerita dan skenario untuk sinetron-sinetron Fantasia (TVRI - 12 Episode)
Kedasih (TPI - 128 Episode), Surga di telapak Kaki Ibu (SCTV - 30 Episode, mendapat penghargaan dari MUI sebagai sinetron syiar ramadhan), beberapa judul sinetron seri Takdri Ilahi, dan sinetron-sinetron lepas lainnya.


Ada satu pertanyaan saya yang dijawab dengan mantap oleh beliau dan dalam sekali maknanya.

"Motivasi bapak menjadi penulis apa, Pak? sehingga sampai saat ini tetap menulis?"

"Kecintaan dan kesetiaan pada profesi. Karena menulis itu kubutuhan hidup." jawabnya dengan mantap.

Bung Smas ini mesikup usianya kepala enam, tetapi masih kerap membaca dan juga menulis, meskipun menulisnya tak seproduktif seperti dahulu.
Beliau pun bercerita bahwa saat ini tengah merampungkan karyanya yang menceritakan tentang sejarah silsilah keluarga dan kehidupannya.

"Insya Allah, habis lebaran ini mau terbit. dan sudah bekerja sama dengan salah satu penerbit. Kalau mau, kesini."
Bapak penulis yang satu ini baik dan menginpirasi sekali.

Berbincang-bincang dengan beliau membuat saya menjadi semakin bersemangat dalam berkarya. Belajar darinya yang sangat produktif sekali. Meskipun saat ini beliau sering sakit, tetapi cara bicara, pemikirannya tetap sehat, serta ingatan yang menurut saya sangat masih tajam.



Senangnya saya diberikan satu buku bonus tanda tangan beliau hihi.
Pertemuan secara kebetulan ini benar-benar rejeki bagi saya.
Gak kebayang akhirnya di Bekasi ada penulis senior yang sangat produktif pada eranya.
Penulis novel dan skenario sinetron baik RCTI, TVRI, TPI dan stasiun televisi nasional lainnya.

Bung Smas
penulis keren yang berhasil menginspirasi.
Semoga lain waktu bisa berjumpa lagi.




Saya : "Bapak pernah ditolak penerbit?"

Bung Smas : "Tidak. karena sebelum saya mengirim tulisan baik untuk koran, majalah maupun penerbitan buku, saya selalu pelajari terlebih dahulu tentang bagaimana mereka. Saya termasuk orang yang ingin tahu."


Menulis itu cinta, dan kesehatan.
Terima kasih atas pertemuan kebetulan yang menebarkan virus cinta menulis Pak.
Serta merasa tetap sehat, diusia senja.

Cikarang, 18 Mei 2018
Tumiesn

Tag :Bung Smas




    Data bertambah (Usia), aktual berkurang (Umur)






    Matahari masih setia membasuh wajah,
    Menerangkan mata, dan mencerahkan rasa.
    Terima kasih untuk semuanya,
    Pesan do'a mu semoga di ijabah.
    Terucap dari bumi, terdengar hingga ke Langit.

    Salam manis penuh cinta, terima kasih untuk semuanya. Salam Nyegir dan ulala kece cetar membahana Haha.

    ****

    Selamat ulang tahun kakak, tambah syantik, tambah blablabalabla
    Dari semalam sampai saat ini, handphone saya dapat serangan. Bukan serangan galau ya, tetapi serangan pesan. Baik dari orang tua, keluaraga, sahabat, teman, dan semuanya deh. Alhamdulliah terima kasih untuk semuanya. Baik yang meng ucapkan secara lisan, teks, video dan lain-lain hehe. Bersyukur mengenal kalian semua.

    Tetapi, sejak semalam saya yang memang minim tidur alias ada project yang harus dikelarkan, hanya dapat menarik nafas panjang, dan memilih menyudutkan diri depan monitor, (eeeh.. itu mah emang kerjaan saya hihihi).

    Bukan itu, bukan.
    Sebuah rasa jlebbbb, nyes dan mikir keras.

    Allah baik banget sama saya, sampai sekarang memberikan kesempatan hidup didunia ini.
    Dia memberikan segala yang menurutnya baik dan saya butuhkan selama ini.
    Cinta-Nya tak pernah putus, meski saya banyak khilaf dan dosanya.
    Selalu memberikan kesempatan untuk saya kembali ke jalan-Nya.

    Saya hanya dapat meringis, ketika menyadari tentang apa yang sudah saya lakukan untuk sebuah keta'atan?'
    Akh.. lagi-lagi, saya masih banyak salahnya.

    1/4 abad sudah tepatnya saya terlahir didunia ini.
    Melihat indahnya dunia yang terkadang ada Teka Teki didalamnya.
    Hitam putih kisah telah dijalani. Semoga yang saya tempuh sekarang hingga ke depan adalah jalan terbaik dan penuh rahmat-Nya.

    Secara data usia manusia setiap waktunya terus bertambah. Tetapi, actualnya umur manusia berkurang.
    Misal, jika si A di kasih jatah hidup 75 tahun. Dan sekarang sudah 25 tahun. Berarti berapa lagi sisanya? Bisa menghitungkan? Ini hanya contoh ya. Karena kita tidak pernah tahu hingga sampai berapa umur kita di dunia ini.

    Sebuah tamparan keras bagi saya ketika melihat angka usia tentang diri ini yang belum baik. Berpikir, bekal apa yang sudah saya siapkan untuk menuju actual Umur yang terisisa?

    Sedih, iya hari ini saya merasa sedih.
    Bukan karena belum ada yang spesial alias mas jodoh disamping saya hahaha. Tetapi, sedih apakah setiap waktunya saya bisa menjadi manusia yang ta'at kepada-Nya?

    Hidup ini memang cepat banget. Sampai terkadang Saking asiknya bercengkrama dengan dunia hingga lupa Akhirat.

    Sesuai data dimana usia bertambah ini menjadikan motivasi saya untuk terus belajar menjadi lebih baik. Menggapai mimpi dengan terus berharap Dia meridhai. Karena, tanpa-Nya saya tidak bisa apa-apa.
    Dan dengan actual sisa umur, semoga saya bisa menghabiskan dengan hal yang baik dan bermanfaat.


    Satu kata penuh cinta, semoga tulisan ini bermanfaat.
    Biar usia bertambah, Umur berkurang. Tetaplah bersemangat dalam Menggapai hal.
    Jangan hanya berburu dunia. Yuk, perbaiki diri dalam pemantasan mempersiapkan bekal menuju akhirat.


    Cikarang, 14 maret 2017
    Tumiesn




    Terlahir dari desa kecil, bermimpi besar





    Dari sebuah desa kecil 25 tahun sudah raga ini terlahir. Melihat dunia untuk pertama kali, Maret 1992 tepatnya.
    Sempat menjadi cerita sendiri dan kasih sayang lembut dari seorang lelaki yang menjadi imam bagi keluarga. Dia yang dipanggil bapak. Namun, hanya mampu merasakan pelukannya 2 tahun 2 bulan saja.





    Tanda tangan dan Do'a, mengukir Sejarah







    Jika lidah kelu untuk berucap, sementara gerak ide pada ruang kepala terus membuas. Menjelma menjadi sesuatu yang awalnya hanya angan menjadi nyata!


    Salah satu mimpi saya sejak dahulu adalah ingin jadi penulis. Meskipun belum ada bayangan hehehe.
    Belum memiliki teman yang sevisi dan semisi.
    Mau nyari-nyari, tapi bingung mau cari dimana hehehehe




    Mimpi si anak Ikan Asin






    Hidup itu indah, penuh cerita.
    Ada tawa, sedih, luka dan berjuta rasa.
    Semuanya terbungkus menjadi satu, yakni sebuah kisah.

    Menjadi seseorang disaat ini, aku yang masih menjadi ulat untuk menjadi kupu-kupu yang cantik,
    begitu banyak kisah yang sudah terlewati.
    Tentang kerasnya hidup, perjuangan, tangis dan seluruh ruang kegundahan pun pernah menyapa.
    Semuanya tersusun dalam sebuah kenangan yakni kisah.

    Aku hanyalah anak ikan asin,
    bukan anak pemakan daging seperti teman-teman seusiaku dulu.
    Ikan asin adalah santapan yang sering kujumpai setiap harinya, hingga sempat aku menangis, "kapan aku makan ayam!"
    Teringat itu, aku menjadi tersenyum sendiri, dalam keharuan.

    Menjadi anak ke 5 dari 6 bersaudara.
    Hidup tanpa seorang ayah, dalam gubuk tua.
    Kala itu, sedih rasanya jika diceritakan.

    Dimasa itu aku adalah silugu dan pemalu.
    Mempunyai keterbatasan dunia.
    Hidup keras hanya dalam keluarga yang terkenal dengan sebutan yatim diasuh seorang janda.
    Terkadang aku sedih merasakan posisi itu.
    Hanya ingin berkata, "aku berhak bahagia walau hanya yatim."

    Melukis senja, menikmati semilir angin diatas pohon, dan menikmati matahari pagi saat itu begitu sangat ku suka.
    Bahkan duniaku yang dulu keras dan sempit, aku tetap merasa bahagia.

    Ada hal yang tetap membuat hidupku tetap bergairah, bersemangat dan ku ubah jadi ceria.
    Yakni, sebuah mimpi-mimpi.
    Aku yang ku sebut anak ikan asin,
    aku berhak bahagia.
    Melangkah lebih cepat lagi hingga menembus jingga.

    Senja bagiku tetap kucinta, tak mengubahku yang kini semakin tumbuh.
    Aku yang dulu hanyalah telur kecil dan kini baru mulai tumbuh menjadi ulat.
    Ya Tuhan, biarkanlah aku tetap bahagia dengan cara mengejar mimpi-mimpiku.
    Izinkanlah anak ikan asin ini terus berkarya dan kelak menjadi kupu-kupu yang cantik, tanpa harus melupakan kenangan masa kecil si anak ikan asin.
    Hingga detik ini, ikan asin adalah makan kesukaan.
    Seperti mimpiku yang masih ingin terus kuraih, mimpi-mimpi si anak ikan asin dari pulau sumatera.

    Cikarang, 21 Agustus 2016

    Tumiesn





    おたんじようび おめでっとう adikku sayang




    Selamat ulang tahun adikku sayang @YatinRagiel yang ke 22 tahun. Semoga semakin bertambahnya usia menjadi sosok yang lebih baik lagi. Sisa umurnya semakin berkah. Semakin baik ibadahnya, di lapangkan rizkinya, dipermudahkan setiap urusannya dan yang pasti menjadi sosok yang lebih baik lagi untuk agama dan negar.

    おたんじようび おめでっとう




    Kilau mentari di SMK Dewantara Bekasi





    "Kebahagiaan seorang guru apabila melihat keberhasilan dan kesuksesan anak didiknya!" sebuah kalimat seorang guru SMK Dewantara yakni bapak Yakub saat saya temui 29 April 2016.
    Sebuah kalimat yang nyes pas kena hati!

    Menjadi salah seorang alumni siswi SMK Dewantara 6 tahun silam selalu membuat saya rindu akan banyak kenangan.
    Kenangan yang tak mudah untuk dipatahkan ataupun dihapus.
    Karena masa-masa itu adalah masa yang amat berharga dalam setiap penggal ceritanya.

    Tahun 2007 adalah awal perjalanan saya merantau dari Bandar Lampung ke Bekasi.
    Disinilah perjalanan saya dimulai, jauh dari orang tua dan tinggal bersama saudara dan bertemu dengan dunia baru dan orang-orang baru.

    Pendiam, pemalu, jutek, cuwek, tidak ada prestasi, pintarpun tidak hanya menjadi siswi rata-rata.
    Itu adalah sepenggal ingatan saya saat itu.
    Meskipun saya dulu adalah si pendiam tetapi itu sangat berkesan, karena saya menemukan kilau mentari di SMK Dewantara.
    Kilauan yang amat memikat, kilauan yang akan terus terkenang yakni tentang lingkungan sekolah yang amat positif. Teman-teman sekolah, guru-guru dan langitpun seraya selalu mendukung setiap langkah gadis pendiam tempo dulu.



    SMK Dewantara adalah sebuah sekolah kejuruan yang amat selalu ku rindukan.
    Dimana sekolah ini yang telah berdiri sejak tahun 2001 sangat menyimpan kenangan dan perubahan-perubahan yang terus berkembang dari tahun ketahun.
    Sekolah yang berwarnakan hijau teduh ini memang selalu menyejukkan mata bila dipandang.
    Guru-guru yang ramah, sabar dan penyayang.
    Mereka adalah guru-guru yang telah berjasa disetiap hidup siswa/i nya,
    mereka yang tak segan-segan memberikan ilmu yang mereka miliki dan waktu.
    Guru bukanlah orang tua yang melahirkan saya, kamu dan semua pelajar di dunia ini, tetapi mereka adalah orang tua tanpa tanda jasa yang rela merangkul murid-muridnya agar tertular ilmu yang di genggamnya.



    SMK Dewantara memang selalu memberikan kilau mentarinya dalam pendidikan.
    Dan banyak alumni SMK Dewantara yang sudah berhasil dibidangnya, ada yang menjadi guru, polisi, pegawai negri, pegawai swasta, meneruskan pendidikannya, pergi ke Jepang dan lain sebagianya.
    Siapapun mereka dan dimanapun mereka, bagi guru-guru Dewantara mereka sangat bangga jika mendengar anak didiknya telah menjadi orang yang berhasil.



    SMK Dewantara saat inipun telah membantu program pemerintah salah satunya yaitu Go Green! hijaukan bumi dengan tidak menghabiskan kertas dengan cara tes calon siswa/i baru dengan sistem komputerisasi.
    Jurusan disekolah ini diantaranya : TKJ, AP, Outomotif dsb.
    Setiap tahunnya SMK Dewantara selalu mengalami peningkatan siswa/i baru yang dimana dipengaruhi oleh kualitas SMK Dewantara yang semakin bagus.



    Terimakasih u/ ruang yang tak terbatas
    Ruang tanpa sekat perbedaan
    Ruang yang selalu dirindu oleh hati para murid-muridmu
    Terimakasih guru telah menyediakan waktu, hati dan tempat untuk kami
    Darimu engkau ciptakan anak bangsa yang cerdas
    Keberhasilan muridmu adalah kebahagiaanmu
    Dan kegagalan muridmu adalah pilu hatimu










    Terimakasih untuk Kilau mentari di SMK Dewantara Bekasi sebagai saksi perjalanan pijakan kaki ini.

    Cikarang, 4 Mei 2016

    Tumiesn







    Cucu gak Jauh dari Kakeknya




    Pria disamping saya adalah pria keren.
    Meskipun usianya udah 87 tahun alhamdulilah masih suka menikmati perjalanan jauh. Biasanya lampung - Bekasi.
    Awal tahun 2016 ini Lampung - Palembang.

    Beliau adalah salah satu orang yang suka menikmati perjalanan.
    Maklumlah sedari muda beliau mempunyai cerita perjalanan dan pengalaman hidup yang luar biasa.
    Ia yang dahulunya berasal dari Kebumen Jawa Tengah ini hijrah ke pulau Sumatera yakni Bandar Lampung.
    Jadi, kalo ada yang tanya asal muasal saya dari mana, ya konon ceritanya dari beliau yang tempo dulu bersama istri tercinta dan anak-anaknya salah satunya ibu saya hijrah ke Lampung dan akhirnya menetap di Lampung. Serta kemudian, hampir 24 tahun silam lahirlah seorang bayi mungil dan imut yakni saya. #eaaa PD nya kumat.

    Cucu Memang gak Jauh dari Kakeknya.
    Why?
    Saya memiliki kegemaran yang hampir sama yakni suka melakukan perjalanan jauh.
    Karena, perjalanan jauh buat saya mengajari banyak hal.
    Dan itu adalah sebuah sejarah tersendiri untuk setiap langkahnya.

    Cucu memang gak jauh dari kakeknya.
    Hehehe itu adalah kalimat yang menggambarkan bahwa setelah saya mulai tumbuh dewasa saya memang suka ngelendot ke beliau kalo ke temu.


    Padahal jaman kecil, saya paling takut dengan pria ini.
    Karena dulu beliau orang yang sangat tegas mengajari anak-anaknya, cucu-cucunya termasuk saya tentang agama dan kedisiplinan. Terlebih mengenai sholat dan mengaji.
    Hehehe

    I love you full dah buat kaki ku yang satu ini.
    Sehat terus dan panjang umur.
    "Kaki artinya kakek (bahasa Kebumen)"




    Tumiesn
    Cikarang, 6-2-2016






    Ada Sejarah diantara Dinding-dinding yang menyapa SDN 2 Batu Putu Bandar Lampung


    Matahari mulai terbit, dengan sinarnya yang menari-nari ia setia menemani langkah kaki-kaki kecil penuh dengan semangat. Saat itu usiaku masih begitu imut-imut, hehehe tepatnya waktu masih duduk dibangku Sekolah dasar.

    Sekolah sederhana namun begitu banyak meninggalkan kenangan serta ilmu yang aku bawa sampai kini kemanapun aku berdiri. Langsung saja ya kalau penasaran dimana Tumiesn sekolah saat SD! hehehehe. (pasang muka PD).




    Sekolah sederhana nan bersih ini, begitu banyak menorehkan kenangan bersejarah bagi hidup saya dan bahkan seluruh siswa di Negri ini (agak lebay dikit), upz.. maksudnya siswa yang sekolah di SDN 2 Batu Putu Bandar lampung.
    Di tempat ini, aku belajar banyak hal. Di tempat ini pula aku mengerti dan bisa menulis dimulai dari titik hingga garis-garis yang berhasil membentuk menjadi huruf dan angka.




    Kerinduan itu sering kali menyapa seluruh ruang hembusan nafasku. Ketika kerinduan itu datang dimasa kanak-kanak, aku hanya bisa menarik nafas panjang, karena aku menyadari, "Itu adalah awal dari sebuah perjalanan dan kenangan belasan tahun yang lalu."
    Sekolah yang berlokasi di salah satu desa yang bernama Pulau mas, Telek Betung Utara Bandar lampung ini, begitu sangat bersahaja.

    Aku adalah salah satu siswi yang dari dulu sampai sekarang paling suka duduk di kursi paling depan atau belakangnya kursi paling depan dan duduknya didekat anak-anak yang lebih pintar hehehe, upz bukan buat mencontek maksudnya buat nanya-nanya kalau ga ngerti, maklum dari dulu sampai sekarang alhamdulilah belum pernah dapat peringkat hahahaha (upz.. hiburan dikit biar ada mesem-mesem alis senyum tipis baca tulisan saya! pasang muka PD lagi).




    Duduk paling depan dan berhadapan dengan guru langsung salah satu yang menyenangkan dan sedikit menegangkan ketika menghadapi karakter guru yang saat mendidik bermacam-macam.
    Hehehehe.. tapi intinya semua guru itu sayang kok sama murid-muridnya. Paling kalau muridnya ngeselin jaman dulu dapat pisang goreng dari pak guru (pukulan mistar kayu dari white board/papan tulis) haha itu jaman dulu ya, kalau sekarang tidak boleh mendidik dengan kekerasan. Tapi, beneran deh kalau jaman dulu ada guru yang terkenal galak bakal mengenang dan dirinduin sama murid-muridnya sampai akhir hayat, hehehehe.




    Belajar menulis, membaca dan terkadang disuruh nyanyi itu hal yang menyenangkan dan menggemaskan. Baris-berbaris dan sebagainya. "Aduh, jadi Baper (bawa perasaan) ingat masa masih unyu-unyu. Hehehehe.




    Lari-lari dilapangan alias main kejar-kejaran di lapangan saat jam istirahat adalah salah satu olahraga gratis membentuk kebahagiaan. Kejar sana kejar sini asal bukan kejar cinta ya hehehehe. Main petak umpet di belakang sekolahpun terkadang menjadi pilihan. Main kelereng, main gambaran, main biji salak, main batu, main taplak dan yang pasti semua itu permainan khas anak jaman 90an sampai 2000an. Haha kalo sekarang sepertinya sudah langka dan bahkan jarang di jumpai diantara anak-anak yang tumbuh besar saat ini, "Betapa ruginya penerus kita, anak-anak yang masa tumbuhnya lebih suka bermain dengan media elektronik atau sejenisnya, tanpa mengenali permainan saya jaman dulu yang begitu menggemaskan."
    Dan saat itu jajan kesukaan yakni tekwan, empe-empe, kemplang, permen ojek, bakwan dan mie harga seratus rupiah. Aduh itu jajan kesukaan.....



    Aduh, serius aku ini jadi kangen banget sama sekolah tercinta ini yang menyimpan banyak sejarah di hidup. Seandainya saja dinding-dinding itu dapat berbicara ia pasti akan selalu mengatakan rindu akan anak-anak yang selalu menyapa diantara ruang dinding mereka, yang melakukan aktivitas belajar, mengajar dan bermain.



    SDN 2 Batu putuk Bandar Lampung ini memang begitu menyimpan sejuta kenangan yang begitu berharga. Selama enam tahun lamanya, belajar dan mengajar serta mendapatkan banyak teman dan memiliki sahabat itu hal yang luar biasa. Awal mula aku menulis hingga saat ini, berkat ketulusan guru-guru yang begitu ulet dan sabar mendidik murid-muridnya.



    Semoga para guru-guru yang mendidik anak-anak bangsa penuh dengan ketulusan selalu diberikan rezeki dan umur yang panjang, dan sekolah-sekolah di Seluruh Indonesia tepatnya dari sabang sampai Marauke semakin berkualitas.

    Semoga anak-anak Bangsa Indonesia menjadi anak-anak yang tumbuh berkembang dengan baik, walaupun bumi kini yang semakin lama semakin menua dan semakin canggih pula, semoga anak-anak penerus kita tidak kehilangan cerita bagaimana serunya bermain di lapangan sekolah maupun halaman rumah dengan permainan desa yang ala kadarnya namun begitu menggemaskan.

    Terulis untuk seluruh Guru SDN 2 Batu Putu Bandar Lampung,
    Serta siswa-siswi, terutama angkatan tahun 2004.

    Mohon maaf jika ada kesalahan pada penulisan, tulisan ini saya publikasikan atas kerinduan saya terhadap masa-masa yang begitu menggemaskan.
    Salam kreatif anak bangsa, biarkan pena mengukir sejarah.

    Tumiesn


    Tag :Sekolah