Mas, Kalau Kamu Pilih SaMaWA




"Mas, kalau kamu cari yang syantik, aku mundur. Tapi kalau mau cari yang siap berjuang bersama untuk Sakinah, Mawadah, Warohmah, aku maju paling depan."


Itu contoh magnet pemantapan hati, bolehlah kamu praktikan mblo.
Wkwkkwk.
:)

Cikarang, 24/1/2020

-Tumiesn-
#Day19OF365D

#tumiesn #life #love #live #kutipantumiesn




    Menepilah Sebentar




    Adakalanya kita menepi sebentar dari keramaian. Bukan untuk menyalahkan setiap kejadian yang terjadi, menyalahkan keadaan, dan lebih parahnya menganggap Allah tak adil.
    Segera minta ampun pada-Nya.

    Menepilah untuk bermuhasabah diri, bukan melengkungkan hati hingga ngerinya justru menjadi keras.

    Menepi dalam sunyi untuk berlama-lama menikmati waktu sendiri, meyakinkan diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja. Tak lupa meminta petunjuk-Nya.

    Tentang waktu kita tak pernah tahu. Bahkan prihal kejadian yang sedang kita rasakan didetik ini pun kita tak pernah membayangkan sebelumnya bukan? Misalnya sedang buru-buru diperjalanan, tetapi jalan macet sekali. Hingga akhirnya hati kita diminta untuk belajar bersabar.

    Nyatanya menikmati waktu ialah dengan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami, yang pernah atau sedang terjadi. Serta mengambil pelajaran dari peristiwa orang lain melalui apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.

    Menyendirilah untuk mengingat dosa diri sendiri, untuk mengukur seberapa jauh pembelajaran hidup yang telah kita ambil. Bukan menyendiri karena merasa teraniaya oleh keadaan yang sedang terjadi.

    Setiap kita itu indah dan berhak bahagia dengan menjadi diri sendiri yang berbalut rasa syukur pada-Nya dengan segala takdir dari-Nya.

    Cikarang, 15/1/2020

    -Tumiesn-
    #Day15OF365D

    #tumiesn #inspirasi #takdir #bahagia #muhasabahdiri #muhasabahcinta




    Banyaklah Bersyukur




    Akhir-akhir ini banyak yang curhat mengenai banyak hal. Tentang permasalahan yang terasa rumit. Aku memandang diri sendiri, "Ooh jadi ini maksudnya."

    Setiap kita pasti pernah kecewa, merasa tak berdaya. Hingga terkadang kejadian yang sedang dialami terasa sulit, tak ada ujungnya.

    Nyatanya semakin kita mendengarkan, memperhatikan seksama, mempedulikan, masalah yang sedang kita alami tak seberapa. Masih rumit cerita orang lain. Lalu, apa masih punya alasan untuk marah pada keadaan?

    Aku bersyukur atas perkenalan-perkenalan orang-orang yang ceritanya entah mengapa bisa langsung aku dengarakan. Hal ini seakan menjadi kode dari-Nya, "Tum banyakin bersyukur."

    Nyatanya segala apapun yang terjadi pada kita itu merupakan cara-Nya memeluk kita.
    Mengajarkan kita, dan menyadarkan tentang artinya, "Banyak-banyaklah bersyukur dan jangan ingkar."

    Setiap kita pasti Allah uji, apapun bentuknya. Sebab hidup di dunia ini tidak selalu baik-baik saja bukan? Tapi sikap dan akal kita yang harus berusaha tenang dan belajar menjadi baik.

    Cobalah ajak bicara diri sendiri, tenangkan hati. Ajak diri berkomunikasi agar aliran positif yang tercipta.
    Contohnya :
    bilang sama diri sendiri, "(Sebut nama kamu), kamu itu hebat, kamu itu berharga. Makasih ya sudah menjadi diri kamu sendiri. Terima kasih sampe hari ini sudah buat aku senang, menemani aku kemana saja. Jangan bandingkan diri sendiri sama orang lain ya, itu akan melelahkan. Hidup harus dinikmati bukan? banyak bersyukur ya, sebab kita harus bahagia, sebab cara orang bahagia itu berbeda-beda."

    Jangan lupa awali dengan basmalah dan akhiri dengan hamdalah :)

    Semoga hatimu selalu tenang dan lapang serta selalu siap menerima takdir terbaik dari-Nya.
    Terus sungguh-sungguh berjuang ya :)

    Cikarang, 14/1/2020

    -Tumiesn-
    Mengganti #Day5OF365D

    #tumiesn #pengingatdiri #semangat #motovasi #hidup #tumbuh




    Gimana 2020?






    Hay... Apa kabar?
    Gimana nih tahun 2020nya mau ngapain aja?

    Btw kadang kita memang harus belajar merelakan tentang kenangan tahun-tahun lalu, seperti kenangan Akun Instagram aku @tumiesn23 yang sekarang sudah hilang, tulisanku tak tertolong hehehe. Tapi tak apalah asalkan semoga saja Allah selalu ada untukku.

    Terima kasih ya buat teman-teman yang tetap mau berteman dengan Tumiesn, meski akhirnya tahun 2020 ini akunnya mulai dari nol menjadi @tumiesn.id .
    Semoga dengan akun baru ini aku semakin semangat berkaryanya dan menata semuanya dari awal, begitu mungkin kamu yang sedang berjuang menata kehidupan. Siapa pun kamu tetap semangat ya.

    Tahun 2020 semoga hari kita semakin berwarna, seperti warna pelangi.


    Salam

    -Tumiesn-
    (11/1/2020)
    #Day11OF365D



    Backsong lagu 'KAMU' @noveleliasismona .
    .
    #tumiesn #semangat #karyatumiesn #perjalanan #tahun2020 #love #pelangi #cinta #kehidupan #motivasi #akunbaru #semangatbaru




    Hal Yang Harus Kita Ingat




    Ingatlah selalu kebaikan orang lain kepada kita.
    Dan lupakan kebaikan yang pernah kita lakukan untuk orang lain.
    Dan selalu doakan orang-orang yang sedang atau pernah baik pada kita.

    Kita memang tidak bisa membahagiakan semua orang. Tapi setidaknya kita berusaha bersikap baik kepada siapapun.
    Kita memang tidak bisa menjadi menjadi team pengaman pandangan mata, sikap, pendengaran dan lisan. Setidaknya kita yang memulai, menjaga pandangan mata, sikap, pendengaran dan juga lisan.

    Kita memang tidak memiliki kapasitas yang besar untuk menyenangkan semua orang, tapi setidaknya kita bersikap baik dan berusaha menyenangkan entah itu diterima atau tidak.

    Kita memang tidak bisa memaksa orang lain mendengarkan cerita kita, tapi kita memiliki peluang mendengarkan cerita orang lain dan mudah-mudahan saja bisa membantu mereka lewat sedikit saran dan jalan keluar.

    Kita memang tidak bisa selalu membuat orang lain suka kepada kita, tapi setidaknya kita berusaha berbaik sangka pada orang lain.

    Kita memang tidak bisa memaksa orang lain untuk berpihak kepada kita, dan menuruti apa maunya kita. Sebab setiap orang berbeda sudut pandang, kita hanya perlu saling menghargai.

    Kita, kita, kita hanya manusia biasa yang tak luput dari banyaknya kekurangan. Hanya bisa berusaha belajar menjadi baik, itu saja.

    Cikarang, 8/1/2020
    -Tumiesn-





    Terima Kasih 2019




    2019 telah berlalu.
    Banyak pelajaran yang telah terlewati.
    2019 tentang banyak hal.
    Hal-hal seru yang banyak ditemui.
    Ada pertemuan, ada perpisahan, ada pelajaran tentang merelakan.

    2019 belajar banyak hal.
    Ada impian yang sudah tecapai dan ada yang belum, harus dibenahi lagi.

    2019 belajar tentang banyak hal.
    Semoga saja setiap impian tak terhenti ditengah jalan.
    Bukan impian soal dunia saja, tapi akhirat tak terlupa.

    2019 mengajarkan banyak hal.
    Tentang silih berganti orang-orang yang hadir penuh ketulusan atau sekadar menyapa lalu bayangannya saja tak terlihat.

    2019 mengajarkan tentang bagaimana menjaga perasaan sendiri, bagaimana menghargai diri sendiri, bagaimana memeluk rasa syukur, bagaimana tentang memperjuangkan dan juga kepasrahan diri.

    Terima kasih untuk buku sederhana, yang aku tahu hidup ini tidak rumit tapi kadang diri sendiri yang rumit atau harus bersabar menghadapi orang yang rumit.

    Terima kasih 2019 untuk setiap pertemuan dengan hal seru, menggugah, menyadarkan, membuat menangis, kehilangan, kebahagiaan, kesederhanaandan semoga saja hari ini dan esok adalah perjalanan yang semakin mantap menata hal yang perlu ditata sedemikian rupa dengan tetap melibatkan-Nya selalu.

    Cikarang, 2/1/2020

    -Tumiesn-
    #Day2-OF-365D






    Kecewa mu, Agar Engkau Bersyukur




    Pernahkah kamu merasa kecewa?
    Tatkala Asa yang tengah dirajut, harapan jua telah dijunjung, namun kenyataan tak sepadan.
    Bagaimana perasaan mu tatkala itu?
    Kesal, marah, menangis, atau bagaimana?
    Lalu, saat kecewa mu melanda apakah pikiran dan hatimu mampu bekerjasama? Yakni membentuk satu kesatuan dalam ketenangan?

    Mengkontrol diri dalam keadaan selelah-lelahnya hati yang berbalut kecewa adalah tugas yang sangat berat, bila kita mampu menaklukan rasa kecewa dalam ketenangan adalah hal yang sangat luar biasa.
    Lalu, bila kita tak bisa?
    Kebanyakan dari kita saat kegelisahan, kelelahan bahkan kecewa mendalam menyapa, akan sulit mengendalikan diri dalam ketenangan setara kenormalan, butuh waktu, penenangan.

    Marilah kita coba merenungkan hal ini.
    Disuatu hari kita kecewa dalam suatu hal, marah, benci dan rasanya putus asa menggelora, apakah kita pernah berpikir saat itu bahwa semua yang tengah terjadi akan ada maknanya?
    Mungkin saat itu kita memang belum mengerti 'Ada apa?' 'Kenapa?' dan 'Mengapa?' hal itu terjadi.
    Sebuah kecewa yang hadir rasanya membuat hati lebam.
    Hari itu, bisakah kita berpikir jernih?

    Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk melapisi kecewa dengan sebuah obat kesembuhan, ada yang berjuang mati-matian mengubur ingatan, bahkan ada yang merana dalam ketidak wajaran dan sebagainya.
    Tapi, apakah kita pernah berpikir ada satu hal yang harus dilakukan?
    Yakni tentang rasa syukur.

    Karena bisa jadi, kecewa yang hadir hari itu adalah hikmah yang begitu Indah di hari selanjutnya.
    Allah menguji manusia dengan memberikan rasa kecewa, bisa jadi hal itu Karena agar hati kita tersentuh, dan mensyukuri bahwa yang terlewati adalah hadiah terindah di hari selanjutnya.

    Kecewa mu, agar engkau bersyukur dan lebih dekat lagi dengan-Nya.
    Datangnya kecewa mungkin karena hal itu tak baik untuk mu, Karena Allah akan segera gantikan dengan hal yang terbaik, untuk menyempurnakan asa mu.

    Cikarang, 4-11-2018

    -Tumiesn-




    Nol (0) Lebih Baik Dari Minus (-)




    Hari itu seorang sahabat memeluk ku,
    Berbalik tanya, "Apa kamu yakin dan siap? Kembali ke minus?"
    Aku berpikir sejenak, menatap bulat mata serius itu.
    Dia melanjutkan, "Aku tahu kamu sulit bangun, tapi jika begini kamu menyakiti diri sendiri. Anggap saja dirimu berada di titik Nol (0), kamu hanya punya dua pilihan, pertama jika balik arah lagi berarti kembali ke minus, dan proses menunggu mu lebih sakit lagi.
    Dan bila kamu maju, memulai hari baru, melupakan segalanya dan benar-benar dari nol, berarti kamu mengizinkan dirimu lebih bahagia."

    Aku terdiam, masih berpikir.
    Dan berusaha menstabilkan hati yang dimana hari itu cukup kacau.
    Ia melanjutkan, serius tapi tenang.
    "Sederhananya begini, contoh :
    Kamu gak punya uang (nol) , ingin beli kulkas.
    Pilihannya cuma ada dua, milih nahan dulu (sambil nabung) atau milih mengutang (meski dapat beli sekarang tapi akan jadi beban hutang pada kas mu?"

    Aku tertunduk, berpikir seribu kali lagi.
    Bahwa pada akhirnya pilihan hidup memang cuma ada dua, tentang persoalan apapun itu, memilih Bahagia atau kata lawannya Sedih?
    Memilih Tersenyum atau lawan katanya Menangis?
    Memilih Berlari atau lawan katanya justru Berdiam?
    Memilah Produktif atau justru Pasif?
    Memilih Maju atau malah Mundur?
    Dan hidup ini memang harus memilih.

    Hari itu aku menyadari, bisa tersenyum dan tenang lebih lapang.
    Bahwa segala urusan kembalikan lagi kepada-Nya, dan lebih baik memilih yang bisa melangkah lebih maju, dan aku Memilih Nol, bukan mengulang ke arah minus.
    Memulai semuanya dari awal.
    Berdamai dengan diri sendiri.

    Hari esok memang tak sama dengan hari kemarin, tapi tetaplah bersyukur pernah melewati hari kemarin yang berwarna-warni penuh cerita.
    Hari ini dan esok adalah perjalan baru yang siap ditempuh, tentang syukur, ikhlas dan semangat baru.

    Cikarang, 23 September 2018

    -Tumiesn-

    #perjalanan #story #mini #love #blog #tumiesn




    Positive Thinking Sama Allah




    "Jangan mendengarkan ucapan orang yang tidak tahu luar dalam kamu. Percaya sama Allah, positive thinking."
    Seorang teman mendekat, mengingatkan, aku mengangguk.

    Pada setiap pergantian musim, usia yang kian beranjak dan tugas hidup semakin jelas, setiap insan memiliki masa, memilih & memilah mana perkataan yang baik di dengar dan perkataan cukup jadi masukan tanpa harus menjadi beban hati.
    Pada akhirnya, semua kembali lagi berpikir positif sama Allah saja, kita hanya perlu memaknai apa yang sudah terlewati.

    Adakalanya kita bertanya, mengapa untuk melalui sebuah kisah itu terkadang sulit?
    Seperti kisah Aquila yang hanya sebatas harap pada Ashar. kemudian harus ditinggal selamanya oleh Albi sahabatnya, hingga harinya muram dan layu. Tapi pada akhirnya Allah hadirkan Wildan seorang teman di masa kuliahnya tanpa disangka dan di duga yang sudah disiapkan. (baca novelnya SHDLM lebih lengkapnya,novel yang saya tulis dengan metode struktur 3 babak)
    Atau kisah kebangkrutan Dewa yang baru menikah dalam hitungan belasan hari. Tapi disaat titik terendahnya Allah justru sempurnakan hidupnya dengan pendamping yang setia menemani,sosok istri yang siap menerima bulan-bulanan hidup yang menakutkan, Haura namanya (lebih detailnya baca novel Bidadari Untuk Dewa Karya Asma Nadia)
    Dan masih banyak lagi kisah yang kita baca, didengar, disekeliling kita atau bahkan yang Kita alami sendiri.
    Sebuah pertanyaan-pertanyaan yang menimbulkan berbagai pikiran, tapi kembali lagi berpikirlah yang positif sama Allah, pasti ada hikmahnya.

    Mungkin kita pernah merasakan bagaimana menghadapai sebuah kegagalan, kekecewaan dan kelelahan?
    Hampir saja ayunan langkah kaki yang awalnya begitu riang mendadak berhenti dipersimpangan jalan tatkala ujian datang, pertanyaan-pertanyaan pun hadir.
    Tapi kembali lagi, berpikirlah yang baik sama Allah, pasti ada hikmahnya.

    Saat kita melewati kisah hidup diluar rencana, percaya saja Allah lebih memiliki rencana lebih baik untuk kita.
    Jadi, berpikir positif sama Allah saja, kembalikan lagi dan serahkan seluruhnya. Semangat berjuang.

    #tumiesn #menulispotensimanusia #berbagilewattulisan #KNATM #blog #muda berkarya #motivasi #hidup #eksis #proyeknulisKNATM

    Cikarang, 14-9-2018

    Tumiesn





    Dikatakan Gendut? Kurus? 2S Saja




    Pernah gak sih kamu mengalami sebuah ucapan yang ringan tapi bikin mikir?
    Contoh :
    Ketika bertemu teman lama atau saudara yang beberapa hari, minggu, bulan atau tahun (intinya tidak setiap hari betemu), mereka bilang :

    "Hay apa kabar? Udah lama gak kelihatan, kok sekarang kurus?"
    "Wah kurus sih, banyak beban ya?"
    "Jangan banyak pikiran, nanti kurus terus!"
    "Gak pernah makan apa jadi kurus?"
    "Tidak bahagia ya makanya kurus?

    "Duh sudah lama gak ketemu kok tambah melar? eeh tambah gendut."
    "Terlalu bahagia apa terlalu kebanyakan lemak?"
    "Diet makanya, diet."
    "Terlalu gendut nanti ..... blablba"

    Dan begitulah seterusnya ucapan entah orang-orang yang perduli atau ngeledek, hehehe.
    Sudah gak usah diambil pusing, kamu cukup bertindak 2S saja.

    2S adalah :
    1. Senyumin
    2. Syukurin

    Ketika ada orang yang mengatakan soal bentuk fisikmu yang makin kurus atau gendut karena hanya kamu dan Allah saja yang tahu apa yang sedang kamu rasakan, lakukan, ataupun misal program kesehatan, sudah cukup senyumin saja ucapan Mereka yang tak tahu bagaiman kamu, dan jangan lupa syukur.
    Syukur disini dalam arti jadikan motivasi,
    "Ooh aku kurus ya, berarti harus ada yang di cek pola makan, jadwal tidur, kegiatan dan lain-lain."
    "Ooh aku gendut ya, berarti harus ada yang di cek pola makan, apakah berlemak atau blablabla."

    Gendut atau kurus senyumin dan syukurin saja, jadikan motivasi.
    Yang penting sehat. Dan do'akan mereka semua sehat. Anggap saja karena mereka perduli, buktinya sampai memperhatikan kegendutan maupun kekurusan pada mu hehehe.


    Nah, sekarang coba lari ke timbangan berat badan.
    Sudah menimbang dan melihat angka berat badan?
    Jangan lupa senyumin dan syukurin.
    Yang penting sehat.

    Kalau mau hijrah dari kurus kegendut, harus perhatikan lagi yang dikonsumsi.
    Kalau gendut mau lari ke kurus, ingat diet yang sehat.
    Dan jangan lupa olahraga.
    Dikatakan gendut maupun kurus, senyumin dan syukurin saja.

    Cikarang, 13 September 2018

    Tumiesn