Mau Pilih Mana, Pontensi Kufur atau Syukur?





Sudahkah diri kita mengenali diri sendiri?
Sudah peka kah kita mengapa Allah menciptakan kita?
Sudah mendalami dan memaknai sejauh mana kita melangkah dalam kehidupan ini?
Dan sudahkah kita mengenali akan potensi yang Allah berikan kepada kita?

Selamat datang di artikel kali ini, di Review ala Tumiesn dengan Ngaji dan berkarya.
Berikut adalah ulasan dari hasil mengosongkan gelas dalam sebuah kajian di Cikarang, 29-9-2019.

Review ini akan membahas tentang POTENSI, bukan untuk menggurui, lebih tepatnya untuk berbagi manfaat. Ambil baiknya, dan semoga tulisan ini menjadi amal kebaikan.

****

Artikel ini merupakan lanjutan dari Review pada artikel Sudahkah Kita Memahami Tujuan Hidup?

Fungsi manusia ialah sebagai pengemban amanah, yang dimana melalui potensi.
Setiap manusia memiliki dua potensi, yakni :
1. Potensi Kufur
2. Potensi Syukur

Setiap dari kita yang masih Allah hadiahkan bernafas (hidup) dengan menghirup oksigen secara gratis, kita diberikan pilihan atas potensi yang dimiliki, yakni apakah kita memilih potensi kufur atau syukur dalam menjalani kehidupan ini?

Pada potensi kufur, pasti kita sudah tahu kan bahwa manusia itu memang tempatnya banyak salah (dosa), dengan adanya nafsu dan akal yang saling berkesinambungan. Jika kita tidak bisa mengolah nafsu dan akal tidak digunakan dengan baik, alangkah mudah kekufuran itu merajalela pada diri kita bukan?
Maka dari itu, yuk kita yang banyak dosa ini lebih memilih potensi syukur. Sebab, Potensi Kufur merupakan makanan yang empuk untuk menuju neraka bukan? hehehe

******



Potensi dibagi menjadi 4 bagian :
1. Potensi Ruh
2. Potensi Fitrah
3. Potensi Akal
4. Potensi Jasmani

Berikut penjelasannya :

1). Potensi Ruh




Pada potensi Ruh kita bisa melihat pada Qur'an surat Asyam ayat 7 - 8.



Sifat manusia dibagi menjadi 2 :
-Fujur (Jahat) -> Akan selalu ada yang mengingatkan ketika kita mengaktifkan rasa kepekaan pada sinyal kebaikan tatkala sifat fujur merasuki diri.
-Taqwa -> Tetap jaga keistiqomahan.

2). Potensi Fitrah




Pada Potensi Fitrah kita bisa melihat pada Qur'an surat Ar-Rum ayat 30.




*Manusia haruslah menjaga iman.
Sebab Iblis tidak mengambil harta kita tetapi mengambil iman.

*Dengan belajar menaikan iman (Tholabul 'ilmi ) dengan iman ilmu bertambah.
Ilmu -> Pengetahuan.

3). Potensi Akal




Pada potensi Akal tertera pada Qur'an surat Al-Isra ayat 36.




Dan Qur'an surat Al-A'raf ayat 179





Manusia diberikan :
*Penglihatan -> Akan diminta pertanggung jawabannya kelak.
*Pendengaran -> Akan diminta pertanggung jawabnnya kelak.
*Hati -> Memahami ayat-ayat Allah. Hati manusia sebagai alat perasa (memutuskan) sehingga bisa disebut akal.

Oleh sebab itu, Janganlah manusia ikut-ikutan, tetapi gunakanlah akal dengan mencari Ilmu / pengetahuan. Sebab Tholabul 'ilmi Faridhotun. Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim/muslimah sejak dari ayunan hingga liang lahad.

Qur'an surat Al-Anfal Ayat 2.
Seberapa peka hati kita (akal).



Kenap Allah mencipatakan akal pada manusia?
Tertera pada Qur'an surat Ali Imran ayat 190 - 191.






4). Potensi Jasmani




Tertera pada Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 247





Jasmani -> Ilmu & Fisik
*Fisik
Allah lebih mencintai manusia yang fisiknya kuat bukan lemah.


*****

Mengapa kita (manusia) diberikan potensi bisa menyebabkan kufur atau syukur?
Qur'an surat Ibrahim ayat 7.



Jika syukur -> Kita akan diberi nikmat
dengan aksi memaximalkan potensi yang sudah Allah berikan kepada kita.


Kufur -> Allah memberikan Adzab tidak lain karena disebabkan oleh manusia sendiri.


Cikarang, 9-10-2019

-Tumiesn-
#NgajidanBerkarya
#ReviewalaTumiesn






    Menjemput Jodoh Impian




    Minggu, 15 September 2019 lalu saya mengikuti salah satu seminar pra nikah yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Hijrah di Cikarang. Sebuah seminar pra nikah yang isinya daging banget, pematerinya ialah Kang Abay. Salah satu sosok Penulis dan creator film pendek cinta positif yang menginspirasi.



    Setelah menjeda beberapa minggu dari waktu seminar, akhirnya sepertinya hari ini waktu yang pas buat mengulas hasil seminar. Semoga saja bermanfaat buat kamu-kamu ya yang sedang berjuang menjemput jodoh impiannya.
    Baca terus saja, semoga tulisan ini bermanfaat :)

    ______
    Bab pernikahan itu penting.
    Semoga pernikahan yang akan aku, kamu dan kita semua bangun berkah dan berkualitas.




    Ada 4 point dalam menjemput jodoh impian yang harus kita pahami, sekali lagi perhatikan dan cermati :

    1. Luruskan niat

    2. Tentukan targetnya, serta tambahkan kaliamat Insya Allah, contoh : Insya Allah menikah tahun 2020.

    3. Segera mungkin mendapatkan SIM (surat izin menikah) dari orang tua.

    4. Bagaiman cara menjemput jodoh impian?

    _____

    Ok, kita masuk ke pembahasan dari ke 4 point di atas ya.

    1. Luruskan niat




    Kenapa sih niat perlu diluruskan?
    Kenapa sih dengan niat yang lurus?

    Mungkin kamu mulai bertanya-tanya ya, hehehe.

    Nah, penting banget niat itu di luruskan. Sebab segala sesuatu itu emang diawali dengan niat. Ya kan? Apa lagi soal pernikahan yang bukan sekadar buat ganti status biar gak dikatain jomblo terus. Tetapi proses penyatuan dua orang dalam jangka panjang bahkan bukan untuk perjalanan dunia saja tapi akhirat dan sampe surga bukan?

    Pasti setiap dari kita sudah memiliki niat yang terbaik dari kata menuju menikah.
    Intinya tanamkam niat menikah itu karena mengharap ridho Allah. Sepakat?


    Nah, menikah itu bukan alasan untuk bahagia ternyata. Tetapi, taraf untuk kebahagiaan.
    Sebab, menikah itu esensinya ujian.
    Dalam perjalanan menikah selalu ada konflik.
    Jika tidak ada konflik dalam pernikahan itu, maka pernikahan itu yang bermasalah.
    Contoh : Dalam pernikahan suami istri tidak ada berantemnya, tidak ada ngambek-ngambekannya itu pernikahan yang bermasalah. Tetapi, jika pernikahan berantem atau ngambek-ngambekannya berlebihan, itu yang sangat bermasalah juga.

    Maka dari itu, dalam menuju pernikahan untuk membuka gerbang baru berupa rumah tangga yang diberi nama pernikahan. Luruskanlah niat kita yakni Menikah karena Allah, berharap ridho Allah.

    Sebab, sebaik-baiknya tempat bergantung hanya pada Allah bukan?

    2. Tentukan Target


    Dalam menargetkannya pakailah kalimat tambahan insya Allah. Sebab, segala sesuatu hanya Allah yang mengizinkan. Di acc atau tidak hanya Allah yang berkehendak.
    Dan ada dua hal yang mempengaruhi takdir :
    1). Ikhtiar
    2). Doa

    Ikhtiar dan doa bukan untuk memastikan takdir, akan tetapi membuka peluang.

    3. Dapatkan SIM dari Orang Tua


    Segeralah mendapatkan SIM (Surat izin menikah) dari orang tua. Dengan cara :
    1). Minta pendapat, saran
    2). Minta restu
    3). Bicarakan dengan orang tua, baik-baik

    4. Bagaimana Menjemput Jodoh Impian?



    Ada 3 formula penting untuk menjemput jodoh impian :
    1). Mengikhlaskan hati
    2). Memantaskan diri
    3). Mendapatkan / Menjemput jodoh

    Penjelasan :

    1) Mengikhlas hati ialah :




    - Memaafkan masa lalu

    - Memaafkan dari luka batin / hati
    Ada 4 hal yang menyebabkan kegagalan pernikahan :
    a. Penolakan
    b. Penghianatan
    c. Pembatalan
    d. Kehilangan

    - Pengharapan terlalu besar kepada Mahluk (Hal ini harus sangat hati-hati)
    Terlalu berharap dengan manusia bisa menyebabkan istilah yang lagi ngetrend saat ini yakni BUCIN (budak cinta),
    Bucin itu tidak baik untuk kesehatan jiwa.

    -Belajar menyerahkan seluruh harapan kepada Allah

    Ada rumusan 6B dalam mengikhlaskan :
    1. Belajar menerima takdir Allah / belajar menerima semuanya.
    Ada 2 ciri orang yang gak ikhlas :
    *Dadanya sering sesak ketika ingat si dia yang sudah jadi masa lalu, misal saja pas dengar musik atau lagu kesukaan dia eeh dada lalu langsung sesak, galau sendiri.
    *Sering tanya kenapa?
    Tanya kenapa sih gak jadi nikah sama dia?
    Dan kamu berlarut-larut terjebak dalam pertanyaan kenapa.

    2. Belajar memaafkan

    3. Banyak bertaubat kepada Allah

    4. Banyak beribadah
    - Khususnya sering baca Al Quran setiap hari
    - Usahakan shalat malam

    5. Banyak bersyukur, dan carilah alasan untuk selalu bersyukur.

    6. Banyak sedekah
    Sedekah bisa untuk tolak bala dan memperlancar rejeki

    2). Memantaskan diri ialah :



    Memantaskan diri ialah setiap yang dilakukan untuk mengupgrade diri.

    Ada 3 aspek dalam memantaskan diri :
    a. Spiritual
    => Tauhid, keyakinan kita kepada Allah, Ibadah, Keistiqomahan kepada Allah

    b. Mental
    => Menjadi pribadi yang siap bertanggung jawab dan siap melayani
    Sebab, akan ada banyak variabel dalam rumah tangga.

    c. Financial
    => Tentang kemandirian dan keuangan :
    *Rejeki haruslah halal
    *Pelajari gaya hidup sederhana yakni membeli yang hanya dibutuhkan dan tidak berlebihan
    *Keluarga tanpa riba
    *Gaya hidup cash,
    Alokasikan dana untuk kebutuhan :
    Beli apa-apa cash dan manajemen keuangan.
    *Orang tua/ infaq / Sedekah
    *Bab financial, pelajari ilmu menjemput rejeki
    (pendanaan investasi leher ke atas itu sangat perlu)

    3). Mendapatkan / Menjemput Jodoh :



    Semakin tinggi standar jodoh, semakin kecil peluang untuk mendapatkan.


    Sekian, semoga bermanfaat.

    Cikarang, 1 Oktober 2019

    -Tumiesn-

    #ReviewalaTumiesn
    #NgajidanBerkarya




    Sudahkah Kita Memahami Tujuan Hidup?




    Bukan bermaksud menggurui, hanya ingin berbagi.
    Semoga tulisan ini berarti dan bermanfaat.



    Perumahan Sukaraya, Cikarang pada 22 September 2019, merupakan hari pertama kali masuk ke komunitas kumpul-kumpul berfaedah. Yakni para Ibu-Ibu yang Allah gerakan hatinya untuk saling berjumpa dan mengisi, dalam hal kebaikan.
    Komunitas ini bernama Ainul Mardiah, Kajian untuk para Nissa. Kebanyakan dari mereka adalah para istri dari para suami yang tergabung dari komunitas Istima (Intellect Spiritual & Trainer Motivation).

    Dari kajian yang di isi oleh pemateri bernama pak Doni dari Istima yang membahas tentang apa sih tujuan dari penciptaan manusia di dunia ini?
    Seperti yang tertulis dalam Al quran, surat Az-Zariyat ayat 56.



    Sehingga tulisan ini saya beri judul, "Sudahkah Kita Memahami Tujuan Hidup?"

    ******

    Puncak dari ibadah adalah menjadi orang yang muttaqin.

    Apakah Muttaqin itu?
    Muttaqin adalah orang yang bertaqwa atau orang yang memelihara diri dengan menjalankan semua perintah- perintah Allah dan menjauhi semua larangan-larangan- Nya.
    Pekerjaannya dinamakan taqwa.
    Sifat-Sifat Orang Muttaqin Dalam Al-Qur'an dan hadist banyak diterangkan mengenai sifat-sifat atau tanda-tanda orang yang bertaqwa kepada Allah, antara lain:
    1. Percaya adanya alam ghoib.
    2. Mempercayai keberadaannya Al-Qur'an
    3. Menegakkan sholat 5 waktu
    4. Mau menginfakkan sebagian rizki yang diberikan oleh Allah kepada jalan yang diridhoi Allah
    5. Beriman kepada kitab-kitab suci yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW
    6. Mengimani akan datangnya hari kiamat
    7. Suka memaafkan kesalahan orang lain
    8. Suka menahan amarahnya
    9. Jika terlanjur berbuat kejahatan, segera sadar dan mohon ampun kepada Allah, dan bertaubat.

    ****

    Ada hal yang harus kita pahami dan lebih dalam lagi mengenai tujuan Allah menciptakan kita hidup di dunia ini. Tiada lain adalah untuk beribadah kepada-Nya.
    Dan selalu niatkan pada diri kita masing-masing, bahwa hidup ini diniati untuk belajar dengan ilmu yang datangnya dari Allah.
    Terus belajar memaknai dan memahami ayat-ayat yang tertulis dalam kitab Al Qur'an. Tentang meyakini Allah itu sangat dekat dan betapa baiknya Allah.
    Seperti pada surat Al Baqarah ayat 186.



    ******
    Dan salah satu tujuan setiap dari kita diciptakan ialah untuk menjadi khalifah di bumi ini.
    Khalifah (pemimpin) untuk memimpin diri sendiri dan orang lain. Dan pemimpin yang diberikan kepercayaan.
    Dan tidakkah Allah menciptakan manusia bukan untuk main-main?
    Seperti yang tertulis pada surat Al-Mu'minun ayat 115.



    Kita sebagai manusia diberi amanah oleh Allah dalam kehidupan ini, untuk menjadi khalifah bukan?
    Untuk mengurus bumi bukan?

    Tertulis dalam surat Al-Ahzab ayat 72.



    Betapa kita sebagai manusia itu amat bodoh dan dzalim.
    Bodoh -> Tahu tapi tidak mau menyampaikan
    Dzalim -> Menyampaikan tapi tidak pada tempatnya.

    Tapi, bukankan kita memiliki peluang untuk menjadi manusia yang lebih baik?
    Menyampaikan kebaikan meski hanya satu ayat?
    Ya, seperti hadist Nabi, "Sampaikanlah walau satu ayat"

    Semoga kita yang Allah amanahkan sebagai manusia, menjadi manusia yang terus menjaga iman.
    Iman yang diyakini dalam hati.
    Diucapkan dengan lisan.
    Diamalkan dalam bentuk perbuatan.


    Cikarang, 29/9/2019

    -Tumiesn-

    #NgajidanBerkarya
    # RiviewalaTumiesn